Selamat
Datang
Pada
bahasan Ilmu Budaya Sosial
"Cultural
Shock"
Karya : Muhammad Refky (Pengalaman Pribadi)
Klik untuk melihat lebih lanjut...
"Cultural Shock"
Kali ini saya akan berbagi pengalaman dan juga bersinggungan dengan tema yang dijadikan tugas wajib pada Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar, yaitu mengenai "Cultural Shock" atau yang disebut juga dengan Adaptasi Budaya. Jadi langsung saja kita bahas :)
1. Adaptasi Budaya pada lingkungan sesama Mahasiswa
Kebetulan saja saya baru saja masuk dalam dunia perkuliahan, dan baru saja benar-benar beradaptasi dengan Universitas dan "Mahasiswa"-nya. Kehidupan perkuliahan andan perguruan tinggi ini merupakan hal yang sangat berbeda dengan apa yang telah kalian lewati selama 12 Tahun pada masa Sekolah. Merasa kaget dengan tugas dan berbagai macam teman dan banyak yang berbeda kota dan tempat asal dengan saya menjadi tantangan dan keasyikan tersendiri bagi saya. Saya melewati "Cultural Shock" ini dengan pelan-pelan namun pasti. Dalam lingkungan mahasiswa banyak sekali hal yang berbeda, terkadang ada mahasiswa yang sering berkumpul dengan teman-temannya yang berasal dari daerah yang sama dan melestarikan Bahasa khas daerah mereka masing- masing, terkadang juga kami dengan mereka sering terbentur bahasa bahasa kecil yang berbeda namun sarat akan makna. Begitu juga dengan gaya bicara atau sering disebut juga aksen/logat. Begitu unik dan menyenangkan memang bisa bertemu teman dan orang orang baru dalam kehidupan saya. Bagi saya "Cultural Shock" ini dihadapi dengan senang hati dan menerima perbedaan antar sesama Bangsa Indonesia.
2. Adaptasi Budaya pada Lingkungan Umum
Berikut pengalaman saya mengenai Adaptasi Budaya pada lingkungan Umum yang baru kita tinggali. Saya bertempat tinggal asli di Jakarta namun, ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar saya pernah tinggal di Kota Surabaya, dikarenakan oleh ayah saya yang sedang menetap disana dikarenakan pekerjaan. Jadi saya tinggal disana selama 1 tahun awalnya saya sulit untuk mengikuti budaya Kota Surabaya yang mayoritas menggunakan Bahasa Jawa "Kasar" saya tidak mengerti apa yang mereka katakan, namun ada juga beberapa teman saya yang mencoba mendekati saya dan menanyakan saya darimana, bertempat tinggal sementara dimana dan lain lain. Dari situ saya mulai bisa beradaptasi perlahan agar bisa menyesuaikan diri pada sekolah di Kota Surabaya tersebut. Setiap hari saya belajar sesuatu dari kota tersebut, orang-orangnya ramah, pekerja keras dan juga memiliki kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa yang kuat. Memang awalnya saya tidak pernah suka meninggalkan Jakarta walaupun hanya 1 tahun saja, namun pada akhirnya masa masa disana lah yang selalu saya ingat ketika saya sudah dewasa sekarang ini.
- Adaptasi terhadap lingkungan baru
- Cara Menanggulagi rasa dan pengalaman tersebut dan langkah-langkah penyesuaiannya pada diri kita
- Persiapkan mental
Tanamkan pada diri kita bahwa kita
adalah orang baru yang baik dan berbudi pekerti seperti layaknya orang
baik diluaran sana, dengan begitu akan memberanikan diri kita untuk
beradaptasi dan berani bertanya kepada tetangga sekitar. Mungkin dengan
mengawali dengan senyuman kemudian bertanya dan lakukanlah pembicaraan
untuk menambah informasi mengenai lingkungan tersebut.
- Menata diri
Untuk menghadapi lingkungan baru kita
membutuhkan persiapan diri yang matang, karena kita belum mengetahui
seperti apa lingkungan baru kita yang bisa jadi membutuhkan tenaga
ekstra sehingga kita sudah siap untuk mengikuti aturan tersebut, atau
bahkan bisa sampai tata cara berpakaian dan lain sebagainya. Kita harus
bisa menyesuaikan diri dengan rapi dengan kita menata diri sebelum
bertempur.
- Menata presepsi kita tentang lingkungan baru
Kita harus mempunyai bekal informasi
terpecaya serta benar mengenai lingkungan baru yang akan kita tinggali
terlebih dahulu, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan
seperti salah presepsi.
- Mulailah beradaptasi.
Sesempurna apapun itu persiapan diri
kita, beradaptasi adalah hal yang harus kita lakukan dengan lingkungan
baru. Jangan pernah mengira bahwa lingkungan tidak akan pernah mengalami
perubahan, setiap lingkungan pasti akan mengalami perubahan. Ikutilah
perubahan yang ada, agar tidak terkena seleksi alam. Janganlah pernah
merasa takut akan penolakan, karena tantangan hidup akan selalu ada pada
perjalanan menuju masa depan kita.
- Seringlah memulai pembicaraan
- Rasa ingin tahu
Jika dari awal kita sudah memiliki rasa
ingin tahu maka kita tidak akan punya rasa malas untuk beradaptasi
dengan lingkungan baru. Rasa ingin tahu itu justru akan memotivasi kita
untuk menuangkan apa yang kita bisa pada lingkungan baru.
- Mintalah penilaian kepada orang disekitar kita
Mintalah penilain kepada orang di
sekitar kita mengenai perilaku kita yang sudah dilakukan di lingkungan
baru. Apapun penilaian orang yang ada pada sekitar kita terimalah dengan
lapang dada dan kepala dingin, dengan begitu kita dapat memperbaiki
diri agar lebih baik dari sebelumnya dengan kemampuan yang kita punya.
Begitulah kira-kira ulasan saya mengenai "Cultural Shock" ataupun Adaptasi Budaya intisari yang dapat kita ambil dari ulasan diatas ialah "ikuti saja alurnya semua memiliki perbedaan, namun perbedaan itulah yang menyatukan kita"
-Muhammad Refky Hikma Sanjaya 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar