Selamat datang kembali pada blog saya
Kali ini saya akan melanjutkan pembahasan mengenai
Budaya Kerja
Mari lihat selengkapnya...
Nilai-Nilai yang terdapat pada suatu perusahaan atau lembaga kerja
SOURCE:
Wikipedia
Google Search
Budaya Kerja
Mari lihat selengkapnya...
Nilai-Nilai yang terdapat pada suatu perusahaan atau lembaga kerja
Kali ini, saya akan menjabarkan mengenai poin-poin apa saja yang dibutuhkan suatu perusahaan atau lembaga kerja agar dapat berjalan dengan baik dan menjadikan Industri Pekerjaan yang sehat.
- Nilai-Nilai Kepercayaan dan Harapan pada Boeing Aircraft Company
Rasa Kepercayaan yang dimaksud disini adalah rasa kepercayaan perusahaan terhadap pekerjanya dan rasa Tanggung Jawab para pekerja terhadap apa yang menjadi tugas dalam suatu perusahaan tersebut.
Dalam Hal ini Boeing Aircraft Company memiliki berbagai Divisi lapangan kerja yaitu ;
- Boeing Commercial Airplanes : (BCA)
- Boeing Defense, Space & Security ; (BDS)
- Corporates/Korporat
- Finance & Shared Service
- Dan lain-lain
Pada masing-masing Divisi telah dipilih pekerja pekerja yang berintelijen tinggi dan berkompeten serta sesuai dengan bidang yang ia pelajari. Dalam Industri penerbangan masih sangat bergantung pada Sumber Daya Manusia maka dari itu, para pekerja disini sangatlah disiplin dan Bertanggung jawab atas apa yang ditugaskan. Agar produk yang dihasikan berkualitas dan konsisten, tentu saja imbalan dari pekerjaan yang butuh ketelititan dan kerja keras akan diupahkan dengan Gaji pokok serta tunjangan yang besar sebagai imbalannya.
- Nilai Harapan Kerja dalam Boeing Aircraft Company
Harapan yang dibuat oleh Boeing Aircraft Company dijabarkan oleh mereka dalam tajuk
"Konsep Masa Depan"
Konsep masa depan
Pada bulan Mei 2006, empat desain konsep sedang ditelaah oleh Boeing yang diuraikan dalam The Seattle Times berdasarkan dokumen internal perusahaan. Penelitian ini tertuju dalam dua arah: pesawat murah, dan pesawat ramah lingkungan. Dengan nama sandi dari karakter terkenal Muppets, tim desain yang dikenal sebagai Green Team berkonsentrasi terutama pada pengurangan penggunaan bahan bakar. Keempat desain mengilustrasikan rancangan pesawat rear-engine.[82]
- "Fozzie" menggunakan rotor terbuka dan menawarkan kecepatan jelajah yang lebih rendah.
- "Beaker" berbadan sangat kurus, bersayap panjang dengan kemampuan melipat secara parsial untuk memudahkan proses taxi.
- "Kermit Kruiser" mempunyai sayap menyapu-ke depan yang memosisikan mesinnya di atasnya, dengan tujuan menurunkan kebisingan di bawah karena refleksi dari tanda gas buang ke atas.[82]
- "Honeydew" dengan desain sayap deltanya, menyerupai perkawinan konsep sayap terbang dan tabung bodi pesawat tradisional.[82]
Seperti kebanyakan konsep, desain ini hanya dalam tahap eksplorasi, dimaksudkan untuk membantu Boeing mengevaluasi potensi teknologi radikal tersebut.[82]
Boeing baru-baru ini mematenkan teknologi medan gayanya sendiri, juga dikenal sebagai sistem redaman gelombang kejut, yang akan melindungi kendaraan dari gelombang kejut yang dihasilkan oleh ledakan di dekatnya.[83] Boeing belum mengonfirmasi kapan mereka berencana untuk membangun dan menguji teknologi tersebut.[84]
2010–sekarang
Pada tahun 2010, Boeing menyelesaikan akuisisi Argon ST Inc. Berbasis di Fairfax, Virginia, Argon ST mengembangkan C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) dan sistem tempur. Pada tanggal 30 Juni 2010, Boeing mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi Argon ST sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas kemampuan menangani pasar C4ISR, cyber, dan intelijen.[85]
Pada tanggal 17 November 2011, dilaporkan bahwa Lion Air telah berkomitmen untuk memesan 201 pesawat Boeing 737 MAX dan 29 737-900ER. Pesanan ini, ketika difinalisasikan, bernilai $21.7 milyar pada daftar harga. Ini lebih besar daripada setiap penjualan pesawat komersial Boeing sebelumnya. Kesepakatan itu termasuk opsi untuk lebih dari 150 pesawat.[86][87]
Pada tanggal 5 Januari 2012, Boeing mengumumkan rencana untuk menutup fasilitas di Wichita, Kansas dengan 2.160 pekerja sebelum 2014, lebih dari 80 tahun setelah didirikan. Boeing telah memekerjakan sebanyak 40.000 orang di sana.[88][89][90]
Boeing mengumumkan pada 13 Mei 2013 akan memangkas 1.500 pekerja TI di Seattle, Washington selama tiga tahun ke depan dalam kombinasi PHK, pengurangan, dan relokasi. Kebanyakan dari mereka akan direlokasi (sekitar 600 pekerjaan masing-masing) ke St. Louis, Missouri, dan North Charleston, Carolina Selatan.[91][92]
Perusahaan ini mengumumkan kenaikan 26 persen laba—total US$1.23 milyar—untuk Q4 2013, mengutip permintaan yang lebih tinggi untuk pesawat komersial.[93]
Pada bulan April 2014, Boeing mengumumkan fasilitas pabrik mereka di Long Beach akan ditutup pada akhir tahun. Fasilitas ini bertanggung jawab untuk membangun pesawat angkut militer Boeing C-17 Globemaster III. C-17 yang terakhir, #276, meninggalkan perakitan akhir tahun 2015. Tempat perakitan itu resmi ditutup pada bulan Februari 2015, dan menjelang April, Boeing telah melelang manufaktur pabrik untuk dibongkar. Sekitar 2.200 pekerja terkena dampaknya.[94]
NASA memberikan kontrak kepada Boeing dan SpaceX untuk mengangkut astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.[95]
Pada bulan Juni 2015, Boeing mengumumkan bahwa James McNerney akan mengundurkan diri sebagai CEO dan digantikan oleh COO Boeing, Dennis Muilenburg, pada tanggal 1 Juli 2015.[7][96][97][98] Pada bulan Februari 2016, Boeing mengumumkan bahwa Presiden dan CEO Boeing, Dennis Muilenburg terpilih sebagai ketua dewan ke-10, menggantikan James McNerney.[99]
Pada bulan Maret 2016, Boeing mengumumkan akan memangkas 4.000 pekerjaan dari divisi pesawat komersial pada pertengahan tahun.[100]
Boeing membuka pabrik seluas 27 acre (11 hektar) yang bernilai $1 milyar di negara bagian Washington pada 13 Mei 2016 yang akan digunakan untuk membuat sayap karbon-komposit untuk 777X, suatu langkah kunci menuju pengiriman pesawat pertama tersebut pada tahun 2020.
- Nilai Kegelisahan, dan Ketidakpastian Hubungan Kerja
Hali ini cukup krusial bagi Boeing, dikarenakan berkurangnya pembelian Pesawat Komersil yang biasanya diproduksi dan dibuat banyak yang dihentikan dikarenakan, Calon pembeli banyak yang telah bangkrut setelah memesan pesawat komersil yang biasa dibuat.
Jakarta - Produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat, Boeing Co berencana memangkas 8.000 pekerja di divisi pesawat komersial pada tahun 2016. Dengan PHK itu, Boeing dinilai bisa mengurangi biaya operasi sampai US$ 1 miliar, di tengah persaingan ketat dengan produsen pesawat asal Eropa, Airbus.
Rabu kemarin, Boeing mengumumkan rencana PHK untuk 4.000 pekerja di divisi pesawat komersial pada pertengahan tahun dan 550 pekerja di divisi uji terbang dan uji lab.
Menurut sumber Reuters seperti dikutip detikFinance, Kamis (31/3/2016), rencana besar perusahaan ialah memangkas 10% dari total karyawan di divisi pesawat komersial yang mencapai 80.000 pekerja.
Namun angka 8.000 pekerja tersebut disanggah oleh Boeing.
"Kita tidak ada target PHK sepanjang kita dapat mengelola biaya," kata Juru Bicara Boeing, Doug Alder.
Meski demikian, Boeing mengakui efisiensi dengan PHK pekerja sebagai bagian dari rencana perusahaan untuk lebih kompetitif. Sejalan dengan rumor PHK, saham Boeing tercatat mengalami penurunan tajam di Indeks Dow Jones yakni turun 1,88% ke US$ 128,58.
Saat ini, Boeing mempekerjakan pekerja lebih sedikit dibanding periode lalu dan memangkas berbagai biaya dalam memproduksi pesawat. Langkah ini dilakukan tiada lain untuk bersaing dengan rival beratnya, Airbus.
Beberapa analis mengakui Boeing mengalami kondisi sulit tahun ini karena penurunan permintaan pesawat berbadan lebar untuk kelas 747. Boeing juga akan mengurangi produksi pesawat berbadan lebar jenis 777 hingga 15% di 2017. Sebagai solusi, Boeing menggenjot produksi pesawat tipe 737 dan 787 dengan proses perakitan lebih efisien memakai robot.
"Mereka membangun produk terbaik dan membangun lebih cepat," kata Analis dari Jefferies, Howard Rubel.
"Tentunya keberhasilan tersebut harus dilakukan dengan jalan memangkas jumlah pekerja," tambahnya.
PHK dari posisi manajer sampai eksekutif di Boeing dinilai mampu mengurangi biaya pekerja sampai US$ 1 miliar.
"Ini akan membantu perusahaan untuk lebih kompetitif," ujar Analisis dari Sterne Agee CRT, Peter Arment
Rabu kemarin, Boeing mengumumkan rencana PHK untuk 4.000 pekerja di divisi pesawat komersial pada pertengahan tahun dan 550 pekerja di divisi uji terbang dan uji lab.
Menurut sumber Reuters seperti dikutip detikFinance, Kamis (31/3/2016), rencana besar perusahaan ialah memangkas 10% dari total karyawan di divisi pesawat komersial yang mencapai 80.000 pekerja.
Namun angka 8.000 pekerja tersebut disanggah oleh Boeing.
"Kita tidak ada target PHK sepanjang kita dapat mengelola biaya," kata Juru Bicara Boeing, Doug Alder.
Meski demikian, Boeing mengakui efisiensi dengan PHK pekerja sebagai bagian dari rencana perusahaan untuk lebih kompetitif. Sejalan dengan rumor PHK, saham Boeing tercatat mengalami penurunan tajam di Indeks Dow Jones yakni turun 1,88% ke US$ 128,58.
Saat ini, Boeing mempekerjakan pekerja lebih sedikit dibanding periode lalu dan memangkas berbagai biaya dalam memproduksi pesawat. Langkah ini dilakukan tiada lain untuk bersaing dengan rival beratnya, Airbus.
Beberapa analis mengakui Boeing mengalami kondisi sulit tahun ini karena penurunan permintaan pesawat berbadan lebar untuk kelas 747. Boeing juga akan mengurangi produksi pesawat berbadan lebar jenis 777 hingga 15% di 2017. Sebagai solusi, Boeing menggenjot produksi pesawat tipe 737 dan 787 dengan proses perakitan lebih efisien memakai robot.
"Mereka membangun produk terbaik dan membangun lebih cepat," kata Analis dari Jefferies, Howard Rubel.
"Tentunya keberhasilan tersebut harus dilakukan dengan jalan memangkas jumlah pekerja," tambahnya.
PHK dari posisi manajer sampai eksekutif di Boeing dinilai mampu mengurangi biaya pekerja sampai US$ 1 miliar.
"Ini akan membantu perusahaan untuk lebih kompetitif," ujar Analisis dari Sterne Agee CRT, Peter Arment
- Nilai Tanggung Jawab serta pengabdian pada perusahaan
- Nilai Rasa Kasih Sayang terhadap sosial dan Lingkungan
Catatan Lingkungan
Pada tahun 2006, Pusat Pengurangan Risiko Lingkungan UCLA merilis sebuah studi yang menunjukkan bahwa Santa Susana Field Laboratory milik Boeing, di Simi Hills dari timur Ventura County di California Selatan, telah terkontaminasi dengan toksis dan limbah radioaktif. Studi ini menemukan udara, tanah, air tanah, dan air permukaan di lokasi itu semuanya mengandung radionuklida, logam beracun, dan dioksin; udara dan air tambahan mengandung perklorat, TCE, dan hidrazin, sementara air menunjukkan adanya PCBjuga. Studi untuk membersihkannya dan tuntutan hukum sedang berlangsung
Bahan Bakar Hayati Jet
Industri penerbangan bertanggung jawab terhadap sekitar 11 persen dari emisi gas rumah kaca oleh sektor transportasi Amerika Serikat. Pangsa aviasi dari emisi gas rumah kaca siap untuk tumbuh, dengan meningkatnya perjalanan udara dan kendaraan darat yang menggunakan bahan bakar alternatif seperti etanol dan biodiesel. Boeing memperkirakan bahwa biofuel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berhubungan dengan penerbangan sekitar 60 sampai 80 persen. Solusinya adalah memadukan bahan bakar ganggang dengan bahan bakar jet yang ada.
Para eksekutif Boeing mengatakan perusahaan secara informal sedang berkolaborasi dengan pembuat bahan bakar hayati terkemuka Tecbio dari Brasil, Aquaflow Bionomic dari Selandia Baru, dan pengembang bahan bakar lain di seluruh dunia. Sejauh ini, Boeing telah menguji enam bahan bakar dari perusahaan-perusahaan ini, dan mungkin akan telah melewati 20 bahan bakar "pada saat kami selesai mengevaluasi mereka." Boeing juga bergabung sebagai anggota terkait-penerbangan lainnya di Algal Biomass Organization(ABO) pada bulan Juni 2008.
Air New Zealand dan Boeing meneliti tumbuhan jatropha untuk melihat apakah itu adalah alternatif yang berkelanjutan untuk bahan bakar konvensional. Sebuah penerbangan uji dua jam menggunakan campuran 50-50 bahan bakar hayati baru dengan Jet A-1 di mesin posisi nomor satu Rolls Royce RB-211 Boeing 747-400 ZK-NBS, berhasil diselesaikan pada tanggal 30 Desember 2008. Mesin ini kemudian dilepaskan untuk diteliti dan dipelajari untuk mengidentifikasi perbedaan antara campuran pohon jarak dan Jet A1 reguler. Tidak ada efek untuk kinerja yang ditemukan.
Pada tanggal 31 Agustus 2010, Boeing bekerja dengan Angkatan Udara AS untuk menguji Boeing C-17 berjalan dengan 50 persen JP-8, 25 persen bahan bakar Jet Hidro Terbarukan dan 25 persen dari bahan bakar Fischer-Tropsch dengan hasil yang sukses
Kontribusi politik, kontrak federal, advokasi
Pada tahun 2008 dan 2009 Boeing berada di urutan kedua dalam daftar 100 Teratas Kontraktor Federal, dengan kontrak sebesar masing-masing $22 milyar dan $23 milyar.[110][111]Sejak tahun 1995, perusahaan telah sepakat untuk membayar $1.6 milyar untuk menyelesaikan 39 kasus pelanggaran, termasuk $615 juta pada tahun 2006 dalam kaitannya dengan perekrutan ilegal pejabat pemerintah dan penyalahgunaan informasi hak milik.[112][113]
Boeing adalah penerima subsidi (disebut sebagai "kesejahteraan perusahaan") terbanyak di Amerika Serikat berdasarkan data tahun 2014, dengan total $13.18 milyar.[114]Perusahaan ini juga menerima keringanan pajak tertinggi pada tingkat negara bagian di tahun 2013.[115]
Pengeluaran lobi Boeing tahun 2010 pada kuartal ketiga adalah $13.2 juta (total tahun 2009: $16.9 juta).[116][117] Pada Pemilu Presiden Amerika Serikat 2008, Barack Obama"sejauh ini adalah penerima terbesar sumbangan kampanye dari karyawan dan eksekutif Boeing, menarik dana sebesar $197,000 – lima kali banyaknya dana John McCain, dan lebih dari delapan dana anggota partai Republikan teratas yang digabungkan."[118]
Boeing memiliki program kewargaan perusahaan berpusat pada kontribusi amal di lima bidang: pendidikan, kesehatan dan layanan masyarakat, lingkungan, seni dan budaya, dan pelibatan masyarakat.[119][butuh sumber yang lebih baik] Pada tahun 2011, Boeing menghabiskan $147.3 juta di bidang-bidang ini melalui hibah amal dan pensponsoran bisnis.[120]Pada bulan Februari 2012, Boeing Global Corporate Citizenship bermitra dengan Insight Labs untuk mengembangkan model baru bagi yayasan agar lebih efektif memimpin sektor yang mereka layani.[121][butuh sumber yang lebih baik]
Perusahaan ini adalah anggota dari U.S. Global Leadership Coalition, sebuah koalisi yang berbasis di Washington D.C. untuk lebih dari 400 perusahaan besar dan organisasi nonpemerintah yang mendorong untuk Anggaran Urusan Internasional yang lebih besar, yang mendanai upaya diplomatik dan pembangunan Amerika di luar negeri.[122]Serangkaian dari kabel diplomatik Amerika Serikat menunjukkan bagaimana para diplomat dan politisi senior AS ikut campur atas nama Boeing untuk membantu meningkatkan penjualan perusahaan.[123]
Pada tahun 2007 dan 2008, perusahaan diuntungkan dari lebih $10 milyar jaminan pinjaman jangka panjang, membantu membiayai pembelian pesawat komersial mereka di berbagai negara termasuk Brazil, Kanada, Irlandia dan Uni Emirat Arab, dari Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat, sekitar 65 persen dari total pinjaman jaminan bank dibuat dalam periode tersebut.[124]
Pada Desember 2011, organisasi non-partisan Public Campaign mengkritik Boeing karena menghabiskan $52.29 juta untuk pelobian dan tidak membayar pajak selama 2008-2010, malahan mendapatkan pemotongan pajak $178 juta, meskipun memperoleh keuntungan $9.7 milyar, merumahkan 14.862 pekerja sejak tahun 2008, dan meningkatkan gaji eksekutif sebesar 31 persen menjadi $41.9 juta pada tahun 2010 untuk lima eksekutif puncaknya.
- Cita-Cita dan Kebijakan yang Boeing terapkan
bahwa apa yang akan dilakukan oleh boeing dimasa yang akabn datang serta panmdangan kedepan perusaahaan tersebut akan melakukan apa dibidang Aviasi
Serta terus mengembangkan produk produk andalannya yaitu, pesawat komersil dan mesin jet.
- Nilai Kejujuran, Keadilan dan Kesetiian
Nilai diatas maka semuanya dapat berjalan lancar dan terorganisir. Dikarenakan oleh ada hubungan kepercayaan antar perusahaan dengan Karyawan begitu pula
antar Karyawan akan memercayai perusahaan tersebut dan melakukan pekerejaanya sepenuh hati.
- Profesionalitas Karyawan Boeing
para karyawan sudah seharusnya dan selayaknya bekerja profesional dan melakukan etos dan rajin kerja yang tinggi agar, suatu perekrutan pekerja pada Boeing dapat berguna
dan bermanfaat bagi perusahaan. Tentu saja Boeing tidak sembarang merekrut orang, Boeing selalu memilih ilmuwan dan Insinyur terbaik di dunia sebagai salah satu pekerja nya agar terus dapat berinovasi
dalam dunia penerbangan dan aviasi.
SOURCE:
Wikipedia
Google Search
Sekian merupakan pembahasan mengenai nilai-nilai dan poin-poin yang patut diperhatikan dalam budaya kerja suatu perusahaan dan lembaga kerja
Hal ini menjadi penting dikarenakan akan berpengaruh pada kinerja perusahaan.
TERIMA KASIH :)
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar